BansosUncategorized

Contoh Surat Penghasilan Orang Tua untuk Pendaftaran KIP Kuliah: Syarat Wajib Lolos Seleksi

×

Contoh Surat Penghasilan Orang Tua untuk Pendaftaran KIP Kuliah: Syarat Wajib Lolos Seleksi

Share this article

Himpasikom.id-Pendaftaran KIP Kuliah tahun 2026 kembali dibuka dengan persyaratan ketat. Salah satu dokumen paling vital adalah bukti penghasilan orang tua. Dokumen ini menjadi tolak ukur utama kelayakan ekonomi calon mahasiswa.

Bagi orang tua yang bekerja sebagai PNS atau karyawan swasta, hal ini mudah. Slip gaji resmi dari instansi atau perusahaan sudah cukup sebagai bukti. Namun, tantangan muncul bagi mereka yang bekerja di sektor informal.

Petani, pedagang, buruh harian, atau wirausaha mikro sering tidak punya slip gaji. Di sinilah peran Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua menjadi sangat krusial. Surat ini berfungsi sebagai dokumen pengganti yang sah secara hukum administrasi.

Kesalahan dalam pembuatan surat ini bisa berakibat fatal pada seleksi. Data yang tidak sinkron antara surat dan isian formulir online sering jadi penyebab gagal. Oleh karena itu, format dan isinya harus diperhatikan dengan sangat teliti.

Mengapa Surat Ini Sangat Penting?

KIP Kuliah adalah bantuan pendidikan yang menggunakan uang negara. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan akurasinya. Pemerintah harus memastikan bantuan jatuh ke tangan keluarga yang benar-benar butuh.

Surat keterangan penghasilan menjadi bukti tertulis kondisi ekonomi keluarga. Ia menyajikan gambaran rata-rata pendapatan bulanan kepala keluarga. Angka inilah yang nanti dihitung dalam rumus income per capita (pendapatan per kapita).

Jika pendapatan dibagi jumlah tanggungan hasilnya di bawah Rp750.000, peluang besar terbuka. Namun jika data dimanipulasi menjadi terlalu kecil, justru bisa memicu kecurigaan. Kejujuran dalam mengisi nominal angka adalah kunci utama keberhasilan.

Baca Juga:  Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online 2026 Lewat HP Sesuai Ketentuan Terbaru

Siapa yang Wajib Membuat Surat Ini?

Tidak semua pendaftar KIP Kuliah wajib membuat surat keterangan dari desa/kelurahan. Dokumen ini khusus bagi orang tua yang tidak memiliki slip gaji formal. Termasuk di dalamnya pekerjaan sektor non-formal dan serabutan.

Contoh pekerjaan yang wajib pakai surat ini antara lain petani dan nelayan. Pedagang kaki lima, pemilik warung kecil, dan tukang ojek juga termasuk. Begitu pula dengan buruh bangunan atau pekerja lepas harian.

Jika orang tua sudah pensiun atau tidak bekerja, surat ini tetap diperlukan. Isinya menerangkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki penghasilan tetap. Atau hanya mengandalkan bantuan dari kerabat/anak lain untuk hidup.

Komponen Wajib dalam Surat Penghasilan

Sebuah surat keterangan dianggap sah jika memuat elemen-elemen penting. Pertama, harus ada Kop Surat resmi dari Pemerintah Desa atau Kelurahan setempat. Ini menandakan dokumen dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

Kedua, identitas orang tua (Ayah dan Ibu) harus ditulis lengkap. Mencakup Nama, NIK, Pekerjaan, Alamat, dan Usia sesuai KTP. Pastikan data ini sama persis dengan yang diinput di sistem KIP Kuliah.

Ketiga, identitas calon mahasiswa sebagai anak yang bersangkutan. Nama lengkap, NIM (jika sudah ada) atau asal sekolah, dan NIK mahasiswa. Ini untuk mengaitkan data ekonomi orang tua dengan profil pendaftar.

Keempat, nominal penghasilan rata-rata per bulan yang ditulis dengan angka dan huruf. Disarankan mengambil rata-rata pendapatan 3-6 bulan terakhir agar realistis. Jangan lupa cantumkan tanda tangan pejabat desa dan stempel basah.

Contoh Format 1: Surat Keterangan dari Desa/Kelurahan (Paling Umum)

Format ini adalah yang paling standar dan diterima di seluruh perguruan tinggi. Biasanya pihak desa sudah memiliki format baku, namun bisa juga membawa draf sendiri. Berikut adalah contoh redaksi yang bisa digunakan sebagai acuan.

Baca Juga:  Cuma Modal NIK, Saldo BPJS Ketenagakerjaan 2026 Bisa Dilihat dari HP

PEMERINTAH KABUPATEN [NAMA KABUPATEN] KECAMATAN [NAMA KECAMATAN] DESA/KELURAHAN [NAMA DESA] (Alamat Lengkap Kantor Desa)

SURAT KETERANGAN PENGHASILAN ORANG TUA Nomor: … / … / … / 2026

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala Desa/Lurah [Nama Desa], Kecamatan [Nama Kecamatan], Kabupaten [Nama Kabupaten], menerangkan dengan sesungguhnya bahwa:

I. Identitas Orang Tua/Wali: Nama Lengkap : [Nama Ayah/Wali] NIK : [Nomor NIK KTP] Tempat/Tgl Lahir : [Tempat, Tanggal Lahir] Pekerjaan : [Misal: Buruh Tani / Pedagang Sayur] Alamat : [Alamat Lengkap sesuai KTP]

II. Adalah benar orang tua dari: Nama Lengkap : [Nama Mahasiswa] NIK : [Nomor NIK Mahasiswa] Asal Sekolah/PT : [Nama Sekolah/Kampus] Alamat : [Alamat Lengkap]

III. Keterangan Penghasilan: Berdasarkan pengamatan kami dan pernyataan yang bersangkutan, rata-rata penghasilan per bulan adalah sebesar: Rp 1.500.000,- (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagai persyaratan pendaftaran KIP Kuliah Tahun 2026. Jika dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian, maka menjadi tanggung jawab yang bersangkutan sepenuhnya.

[Nama Desa], [Tanggal Bulan Tahun]

Mengetahui, Kepala Desa/Lurah [Nama Desa]

(Tanda Tangan & Stempel Basah)

[Nama Lengkap Pejabat] NIP. ………………………

Contoh Format 2: Surat Pernyataan Penghasilan (Jalur Wiraswasta)

Terkadang kampus meminta format berupa “Surat Pernyataan” yang dibuat orang tua. Surat ini ditandatangani orang tua di atas materai, lalu disahkan pihak desa. Format ini lebih menekankan pada pertanggungjawaban hukum orang tua.

SURAT PERNYATAAN PENGHASILAN ORANG TUA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : [Nama Ayah] NIK : [Nomor NIK] Pekerjaan : [Jenis Pekerjaan] Alamat : [Alamat Lengkap]

Selaku orang tua dari calon mahasiswa: Nama : [Nama Anak] NIK : [Nomor NIK Anak] ID Pendaftaran KIPK : [Nomor Pendaftaran jika ada]

Dengan ini menyatakan bahwa penghasilan rata-rata keluarga kami per bulan adalah: Penghasilan Ayah : Rp [Nominal] Penghasilan Ibu : Rp [Nominal] Total Penghasilan : Rp [Total Nominal]

Baca Juga:  Cara Menjadi Penerima BSU Ketenagakerjaan 2026, Syarat dan Cara Daftarnya

Demikian pernyataan ini saya buat dengan kondisi yang sebenarnya tanpa rekayasa. Apabila dikemudian hari terbukti data ini palsu, saya bersedia menerima sanksi berupa pembatalan beasiswa anak saya dan sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku.

[Kota], [Tanggal]

Mengetahui, Kepala Desa/Lurah

(Tanda Tangan & Stempel)

[Nama Lurah]

Yang Menyatakan,

(Materai Rp10.000)

[Nama Orang Tua]

Tips Mengisi Nominal Penghasilan Agar Logis

Mengisi nominal penghasilan sering menjadi dilema bagi pendaftar. Terlalu besar takut tidak lolos, terlalu kecil dianggap tidak masuk akal. Kuncinya adalah rasionalitas antara pendapatan dan pengeluaran.

Jika pekerjaan adalah buruh tani, nominal Rp500.000 – Rp1.500.000 masih wajar. Namun jika mengisi Rp200.000 tapi punya motor dua, sistem akan curiga. Sesuaikan nominal dengan kondisi aset yang tampak di foto rumah.

Perhitungan desil kemiskinan juga melihat beban tanggungan keluarga. Pendapatan 2 juta dengan tanggungan 5 anak lebih berpeluang lolos. Dibandingkan pendapatan 1,5 juta tapi hanya menanggung 1 anak.

Jangan lupa menghitung pendapatan gabungan jika ibu juga bekerja. Misal ayah buruh (1 juta) dan ibu buruh cuci (500 ribu). Maka yang ditulis di sistem adalah total gabungan Rp1.500.000.

Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari

Banyak peserta gugur administrasi hanya karena masalah sepele pada surat. Kesalahan paling umum adalah ketiadaan stempel basah instansi. Scan surat yang buram atau terpotong juga sering ditolak verifikator.

Hindari penggunaan tip-ex atau coretan pada surat keterangan. Jika ada salah tulis nama atau angka, lebih baik minta buat ulang. Dokumen yang bersih menunjukkan keseriusan dan profesionalitas.

Pastikan tanggal pembuatan surat masih baru atau relevan (tahun 2026). Jangan menggunakan surat bekas tahun lalu atau surat kadaluarsa. Pihak kampus butuh data ekonomi kondisi terkini (up-to-date).

Terakhir, pastikan NIK yang tertulis di surat sama persis dengan KK. Sering terjadi salah ketik NIK oleh perangkat desa. Selalu cek ulang draf surat sebelum ditandatangani oleh pejabat.