Bansos

Sangat Mudah! Cara Cek KIS Aktif atau Tidak Lewat WhatsApp

×

Sangat Mudah! Cara Cek KIS Aktif atau Tidak Lewat WhatsApp

Share this article
Cara Cek KIS Aktif

Himpasikom.id-Pernahkah kalian membayangkan situasi darurat di mana harus segera ke rumah sakit, tapi ternyata kartu jaminan kesehatan kalian sudah tidak aktif? Situasi seperti ini sering terjadi dan bisa memicu kepanikan luar biasa bagi keluarga pasien.

Padahal, memastikan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau KIS sebenarnya sangat mudah. Kalian tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor cabang BPJS Kesehatan atau mengantre berjam-jam hanya untuk bertanya ke petugas.

Cukup menggunakan ponsel pintar yang kalian pegang saat ini, informasi status kepesertaan bisa didapatkan secara real-time. Salah satu metode paling favorit dan praktis adalah cara cek KIS aktif atau tidak lewat WA yang disediakan resmi oleh BPJS Kesehatan.

Mengapa Memilih Layanan WhatsApp CHIKA?

BPJS Kesehatan telah meluncurkan layanan bernama CHIKA (Chat Assistant JKN). Layanan ini berbasis sistem bot yang bekerja 24 jam non-stop untuk melayani kebutuhan informasi peserta.

Banyak orang lebih memilih jalur WhatsApp dibanding aplikasi Mobile JKN karena masalah memori HP. Tidak semua orang memiliki ruang penyimpanan yang cukup untuk mengunduh aplikasi baru yang mungkin jarang dibuka.

Selain itu, akses melalui WhatsApp jauh lebih hemat kuota data. Kalian hanya perlu mengirim pesan teks singkat, dan sistem akan membalas secara otomatis tanpa perlu loading halaman website yang berat.

Kecepatan respon juga menjadi alasan utama. Jika kalian datang ke kantor cabang, ada waktu perjalanan dan antrean yang harus ditempuh. Lewat WA, status aktif atau tidaknya kartu bisa diketahui dalam hitungan detik.

Persiapan Data Sebelum Memulai Chat

Sebelum kalian menghubungi nomor layanan BPJS, ada baiknya menyiapkan beberapa dokumen penting. Tujuannya agar saat sistem meminta verifikasi data, kalian bisa langsung membalas tanpa harus mencari-cari dompet lagi.

Sistem keamanan BPJS Kesehatan cukup ketat dalam menjaga privasi data peserta. Oleh karena itu, bot tidak akan memberikan informasi sembarangan jika data yang dimasukkan tidak valid atau tidak sesuai format.

Baca Juga:  Cara Cek BPJS Aktif atau Tidak Terbaru 2026 Agar Kepesertaan Tetap Aman

Pastikan kalian memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Nomor Induk Kependudukan (NIK) adalah kunci utama untuk mengakses data jika kalian lupa nomor kartu KIS.

Siapkan juga nomor kartu BPJS Kesehatan/KIS jika ada fisiknya. Biasanya nomor ini terdiri dari 13 digit angka yang tertera di bagian depan kartu.

Terakhir, ingat tanggal lahir peserta yang ingin dicek. Format penulisan tanggal lahir di sistem WhatsApp BPJS memiliki aturan khusus yang seringkali membuat peserta gagal saat mencoba.

Menyimpan Nomor Resmi Layanan CHIKA

Langkah paling awal yang harus kalian lakukan adalah menyimpan nomor resmi layanan CHIKA BPJS Kesehatan. Pastikan kalian menyimpan nomor yang benar untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan instansi.

Nomor resmi layanan CHIKA BPJS Kesehatan adalah 0811-8750-400. Kalian bisa menyimpan nomor ini di kontak dengan nama “BPJS Kesehatan” atau “CHIKA BPJS” agar mudah ditemukan saat dibutuhkan.

Jangan percaya jika ada nomor lain yang mengaku sebagai layanan pelanggan BPJS dan meminta transfer uang. Layanan pengecekan status ini 100% gratis dan tidak dipungut biaya administrasi sepeserpun.

Setelah disimpan, buka aplikasi WhatsApp kalian dan cari kontak tersebut. Pastikan muncul logo centang hijau (verified account) pada profil WhatsApp-nya sebagai tanda bahwa itu adalah akun bisnis resmi milik pemerintah.

Langkah Mudah Cek Status Kepesertaan

Proses pengecekan ini dirancang sangat sederhana agar bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang tua yang mungkin kurang akrab dengan teknologi. Kuncinya adalah mengikuti instruksi bot dengan tepat.

Berikut adalah urutan langkah untuk mengecek status KIS kalian:

  • Buka obrolan dengan nomor CHIKA (0811-8750-400) yang sudah disimpan.
  • Ketik sapaan apa saja, misalnya “Halo”, “Menu”, atau “Selamat Pagi”.
  • Sistem akan membalas otomatis dengan daftar menu layanan.
  • Pilih opsi “Cek Status Peserta”. Biasanya kalian diminta membalas dengan mengetik angka (misalnya angka 1) atau klik tombol menu jika tersedia.
  • Ketik nomor NIK (KTP) atau nomor kartu BPJS Kesehatan kalian. Pilih salah satu saja.
  • Ketik tanggal lahir dengan format Tahun-Bulan-Tanggal (YYYY-MM-DD). Contoh: Jika lahir 5 Juni 1990, ketik 1990-06-05.
  • Tunggu sesaat, sistem akan menampilkan informasi lengkap status kepesertaan kalian, apakah AKTIF atau NON-AKTIF.
Baca Juga:  Update Terkini Pencairan BLT Kesra 600 Ribu Tahap 1 Tahun 2026

Mengatasi Kendala “Data Tidak Ditemukan”

Seringkali peserta mengalami kegagalan saat mencoba mengecek lewat WA. Masalah yang paling umum muncul adalah balasan bot yang menyatakan “Data tidak ditemukan” atau “Format salah”.

Kesalahan paling fatal biasanya terletak pada penulisan tanggal lahir. Ingat, formatnya harus Tahun dulu, baru Bulan, lalu Tanggal, dan dipisahkan dengan tanda strip (-). Jangan gunakan spasi atau garis miring.

Kendala lainnya adalah salah ketik satu digit pada NIK. Pastikan kalian mengetik 16 digit NIK dengan teliti. Jika NIK belum online di Dukcapil, kadang data juga tidak terbaca di sistem BPJS.

Jika jaringan internet kalian tidak stabil, respon bot mungkin akan terlambat. Tunggu beberapa saat sebelum mengirim pesan ulang agar sistem tidak menganggap pesan kalian sebagai spam.

Perbedaan Status Aktif dan Non-Aktif

Setelah data keluar, kalian akan melihat status kepesertaan. Penting untuk memahami apa arti dari status tersebut agar bisa mengambil tindakan yang tepat.

Status AKTIF berwarna hijau atau tertulis jelas menandakan kartu kalian bisa digunakan untuk berobat. Iuran bulanan kalian lancar atau jika kalian penerima bantuan (PBI), berarti data kalian masih terdaftar di Kemensos.

Status NON-AKTIF bisa disebabkan oleh berbagai hal. Alasan paling umum bagi peserta mandiri adalah adanya tunggakan iuran yang belum dibayar.

Bagi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang dibayarkan pemerintah, status non-aktif bisa terjadi jika ada pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jika kalian dianggap sudah mampu, status bantuan bisa dicabut otomatis.

Ada juga status “Penangguhan Pembayaran”. Ini biasanya terjadi pada peserta yang baru mendaftar atau peserta yang sedang dalam proses mutasi data antar segmen kepesertaan.

Alternatif Layanan PANDAWA untuk Masalah Administrasi

Selain CHIKA, BPJS Kesehatan juga memiliki layanan WhatsApp lain bernama PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp). Kalian harus tahu bedanya agar tidak salah alamat.

CHIKA (nomor 0811-8750-400) berfungsi sebagai pusat informasi otomatis (bot) untuk cek status dan tagihan. Layanan ini tersedia nasional dan 24 jam.

PANDAWA adalah layanan administrasi yang menghubungkan kalian dengan petugas kantor cabang setempat. Ini digunakan untuk keperluan yang lebih kompleks seperti pendaftaran baru, ubah data, atau mengaktifkan kembali kartu yang mati.

Baca Juga:  BPJS Pemerintah Tidak Aktif? Ini Cara Mengaktifkannya Kembali

Nomor PANDAWA berbeda-beda untuk setiap wilayah kantor cabang, namun sekarang sudah terintegrasi. Biasanya layanan PANDAWA hanya beroperasi pada jam kerja (Senin-Jumat, 08.00 – 15.00).

Jadi, jika setelah cek di CHIKA ternyata kartu kalian mati, langkah selanjutnya adalah menghubungi PANDAWA atau datang ke kantor untuk mengurus pengaktifannya kembali.

Tips Menjaga Kartu Tetap Aktif

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Agar status KIS kalian selalu hijau saat dicek di WhatsApp, ada beberapa kebiasaan baik yang harus diterapkan.

Bagi peserta mandiri, gunakan sistem autodebet. Seringkali peserta lupa membayar bukan karena tidak punya uang, tapi karena kesibukan sehari-hari. Autodebet memastikan iuran terbayar tepat waktu setiap tanggal 10.

Bagi peserta PBI, rajinlah melapor ke perangkat desa atau kelurahan jika ada perubahan data kependudukan. Ketidaksesuaian data antara KTP dan database BPJS sering menjadi penyebab kartu dinonaktifkan sepihak.

Lakukan pengecekan rutin minimal satu bulan sekali lewat WA. Jangan menunggu sakit baru mengecek. Dengan mengecek rutin, kalian bisa segera tahu jika ada masalah dan punya waktu untuk memperbaikinya.

Keamanan Data Saat Menggunakan Layanan WA

Meskipun layanan WhatsApp ini resmi, kalian tetap harus waspada terhadap aspek keamanan digital. Jangan pernah membagikan tangkapan layar hasil pengecekan tersebut ke media sosial.

Hasil pengecekan mengandung data sensitif seperti Nama Lengkap, NIK, dan Nomor Kartu Peserta. Data ini bisa disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk pinjaman online atau penipuan lainnya.

Hapus riwayat chat dengan CHIKA jika kalian merasa perlu, terutama jika HP sering dipinjam orang lain. Menjaga kerahasiaan data pribadi adalah tanggung jawab masing-masing peserta.

Pastikan foto profil layanan WA BPJS tidak berubah menjadi aneh. Akun resmi instansi pemerintah biasanya sangat konsisten dengan branding logo dan nama yang terverifikasi.

Kesimpulan

Kemudahan teknologi telah memangkas jarak dan waktu dalam urusan administrasi kesehatan. Mengetahui cara cek KIS aktif atau tidak lewat WA adalah pengetahuan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap kepala keluarga di Indonesia.

Kalian tidak perlu lagi buang waktu dan ongkos hanya untuk memastikan selembar kartu bisa dipakai atau tidak. Cukup simpan nomor 0811-8750-400, ketik sapaan, dan masukkan data diri, kepastian layanan kesehatan sudah ada di tangan.

Jadikan pengecekan ini sebagai rutinitas bulanan kalian. Dengan status kepesertaan yang selalu terpantau aktif, kalian bisa menjalani hari dengan lebih tenang karena perlindungan kesehatan keluarga sudah terjamin tanpa kendala.