Himpasikom.id-Keluhan soal kenaikan pajak kendaraan di Jawa Tengah sedang ramai di media sosial. Banyak pemilik motor dan mobil mengaku terkejut setelah melihat nominal pajak tahun ini jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Beberapa warganet membagikan bukti pembayaran pajak yang menunjukkan kenaikan cukup terasa. Pajak motor yang biasanya berada di kisaran Rp130 ribuan kini naik menjadi sekitar Rp170 ribu. Sementara itu, sejumlah pemilik mobil melaporkan lonjakan pajak hingga jutaan rupiah.
Lonjakan ini membuat banyak orang bertanya apakah ada perubahan aturan atau kesalahan sistem. Ternyata, kenaikan tersebut memang berasal dari kebijakan baru yang mulai diterapkan pemerintah daerah.
Penyebab Pajak Kendaraan Naik
Kenaikan pajak kendaraan di Jawa Tengah berkaitan dengan penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Opsen adalah pungutan tambahan yang dihitung dari pajak pokok kendaraan.
Skemanya menggabungkan tarif PKB provinsi sebesar 1,05 persen dari nilai jual kendaraan dengan opsen sebesar 66 persen dari pajak tersebut. Dampaknya, total pajak yang dibayar masyarakat meningkat sekitar belasan persen.
Dana opsen ini tidak masuk seluruhnya ke provinsi, tetapi langsung dialokasikan ke pemerintah kabupaten dan kota untuk pembangunan daerah.
Untuk Apa Dana Opsen Digunakan?
Pemerintah daerah menyebutkan bahwa dana tambahan ini dipakai untuk berbagai kebutuhan publik, seperti:
- Perbaikan jalan dan jembatan
- Peningkatan layanan publik
- Infrastruktur daerah
- Program pembangunan masyarakat
Artinya, kenaikan pajak ini dirancang agar manfaatnya kembali ke masyarakat.
Tarif Pajak Tetap Progresif
Selain opsen, pajak kendaraan tetap mengikuti sistem progresif. Jika seseorang memiliki lebih dari satu kendaraan atas nama yang sama, tarif pajaknya akan meningkat sesuai aturan.
Sistem ini bertujuan mengendalikan kepemilikan kendaraan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Kenapa Banyak yang Baru Sadar Sekarang?
Banyak pemilik kendaraan baru menyadari perubahan ini saat melakukan pembayaran pajak tahunan. Karena kenaikannya langsung terlihat pada total tagihan, kesannya terasa mendadak dan cukup mengejutkan.
Padahal, kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian sistem pajak daerah yang sudah dirancang sebelumnya.
Kenaikan pajak motor dan mobil di Jawa Tengah memang nyata, tetapi bukan karena kesalahan sistem. Pemicunya adalah penerapan opsen PKB yang bertujuan memperkuat pendanaan pembangunan daerah. Memahami perhitungan pajak membantu pemilik kendaraan melihat alasan di balik lonjakan nominal tersebut.











