Bansos

Pemerintah Siapkan Token Khusus untuk Warga Rentan, Bisa Dipakai Beli Sembako Tanpa Uang Tunai

×

Pemerintah Siapkan Token Khusus untuk Warga Rentan, Bisa Dipakai Beli Sembako Tanpa Uang Tunai

Share this article

Himpasikom.id-Upaya baru dalam pengentasan kemiskinan mulai diperkenalkan pemerintah melalui pendekatan yang berbeda dari bantuan sosial biasa. Kali ini, masyarakat ekonomi rentan tidak hanya menerima bantuan tunai, tetapi juga berkesempatan mendapatkan token yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Program ini digagas oleh Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) sebagai bagian dari strategi baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Token tersebut akan berfungsi sebagai alat tukar khusus yang dapat digunakan dalam ekosistem ekonomi lokal.

Konsep ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong aktivitas sosial dan produktif yang selama ini belum memiliki nilai ekonomi secara langsung.

Token Akan Jadi Alat Tukar Baru dalam Ekosistem Sosial dan Ekonomi

Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menjelaskan bahwa sistem token dirancang untuk menggantikan pendekatan bantuan yang sepenuhnya berbasis uang tunai.

Token akan berfungsi sebagai poin yang dapat digunakan untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Sistem ini dibuat agar lebih stabil dan tidak terpengaruh inflasi seperti mata uang konvensional.

Dengan sistem ini, masyarakat dapat menggunakan token untuk mendapatkan berbagai kebutuhan dasar dalam ekosistem yang telah disediakan.

Tujuan utama program ini adalah menciptakan sistem ekonomi alternatif yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat rentan.

Aktivitas Sosial Akan Dihargai dengan Token

Salah satu keunggulan sistem ini adalah aktivitas sosial masyarakat akan memiliki nilai ekonomi.

Beberapa kegiatan yang dapat dikonversi menjadi token antara lain:

  • Membersihkan tempat ibadah
  • Mengajar mengaji atau pendidikan keagamaan
  • Kerja bakti lingkungan
  • Kegiatan sosial lainnya

Setiap aktivitas yang memberikan manfaat sosial akan dinilai dan dikonversi menjadi token.

Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam lingkungan mereka.

Token Bisa Digunakan untuk Membeli Kebutuhan Pokok

Token yang diperoleh dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dalam ekosistem tertentu.

Beberapa tempat yang menerima token antara lain:

  • Koperasi Desa Merah Putih
  • Unit usaha tingkat kecamatan
  • Program dapur pemenuhan gizi
  • Ekosistem ekonomi lokal lainnya

Namun, token hanya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan dasar.

Untuk pembelian barang lain seperti elektronik atau barang non-pokok, masyarakat tetap menggunakan rupiah.

Sistem ini dirancang untuk memastikan token digunakan sesuai tujuan utama, yaitu memenuhi kebutuhan dasar.

Program Didukung Presiden dan Akan Segera Diuji Coba

Program token ini telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat dukungan positif.

BP Taskin juga telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk mendukung implementasi program ini.

Beberapa lembaga yang terlibat antara lain:

  • Kementerian Koperasi
  • Kementerian Komunikasi dan Digital
  • Kementerian Agama
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
  • Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)

Program ini menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan.

Uji Coba Akan Dimulai pada Akhir Februari 2026

Pemerintah berencana memulai uji coba program ini pada akhir Februari 2026.

Beberapa daerah yang menjadi lokasi uji coba antara lain:

  • Dua kabupaten di Jawa Barat
  • Satu kabupaten di Jawa Tengah
  • Satu kabupaten di Jawa Timur
  • Satu wilayah di Nusa Tenggara Timur

Program ini akan diterapkan di tingkat kecamatan sebagai tahap awal.

Pelaksanaan diharapkan sudah mulai berjalan saat Ramadhan 2026.

Program Tidak Bergantung pada APBN

Berbeda dengan bantuan sosial pada umumnya, program token ini tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.

Pendanaan program akan berasal dari berbagai sumber, seperti:

  • Dana corporate social responsibility (CSR)
  • Dana filantropi
  • Dana zakat dan dana umat

Dana tersebut akan dikonversi menjadi token yang dapat digunakan dalam ekosistem program.

Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi beban anggaran negara.

Tujuan Program Token untuk Meningkatkan Kemandirian Masyarakat

Program ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat.

Beberapa tujuan utama program ini antara lain:

  • Mengurangi ketergantungan pada bantuan tunai
  • Meningkatkan partisipasi sosial masyarakat
  • Mendorong produktivitas masyarakat
  • Membangun ekosistem ekonomi lokal

Dengan sistem ini, masyarakat dapat memperoleh manfaat dari aktivitas sosial yang mereka lakukan.

Program Bisa Jadi Solusi Baru Pengentasan Kemiskinan

Jika uji coba berhasil, sistem token berpotensi menjadi solusi baru dalam program pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Program ini dapat menjadi alternatif dari bantuan tunai konvensional.

Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, sistem ini juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan produktif.

Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Pemerintah melalui BP Taskin menyiapkan program token sebagai alat tukar baru bagi masyarakat ekonomi rentan. Token ini dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dalam ekosistem ekonomi lokal, seperti koperasi dan unit usaha masyarakat.

Program ini akan diuji coba mulai Februari 2026 di beberapa daerah dan didukung oleh berbagai lembaga serta sumber pendanaan non-APBN. Jika berhasil, sistem token berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kemandirian masyarakat rentan.