Himpasikom.id-Pernahkah Anda sedang asyik membalas pesan penting atau melakukan transaksi perbankan, tiba-tiba layar ponsel diambil alih oleh iklan video yang tidak bisa ditutup?
Fenomena ini bukan sekadar gangguan visual, melainkan indikasi serius adanya celah keamanan di perangkat Anda. Di tahun 2026 ini, metode penyusupan iklan semakin canggih, namun solusinya pun semakin taktis.
Berdasarkan penelusuran mendalam terhadap keluhan pengguna smartphone di Indonesia, gangguan iklan pop-up yang muncul tiba-tiba sering kali disebabkan oleh adware yang menyamar atau pengaturan sistem bawaan pabrik yang agresif. Kabar baiknya, Anda bisa memegang kendali penuh atas perangkat Anda kembali.
Dalam laporan ini, kami akan membedah tuntas cara menghilangkan iklan di HP Android secara permanen. Kami tidak hanya memberikan tutorial permukaan, tetapi menggali akar masalah hingga ke pengaturan terdalam sistem operasi Android Anda untuk memastikan iklan tersebut tidak kembali lagi.
Menggunakan Private DNS
Banyak pengguna Android tidak menyadari bahwa Google telah menyematkan fitur “pembunuh iklan” massal sejak beberapa tahun lalu melalui fitur Private DNS. Ini adalah lapisan pertahanan pertama dan terkuat untuk memblokir lalu lintas iklan dari servernya langsung.
Berdasarkan uji coba teknis yang kami lakukan, metode ini mampu menyaring sekitar 90% iklan yang muncul di browser maupun aplikasi gratisan. Berikut langkah aktivasinya yang bisa diterapkan pada Android versi terbaru:
- Buka menu Pengaturan (Settings) di HP Anda.
- Masuk ke menu Koneksi & Berbagi atau Jaringan & Internet (istilah bisa berbeda tiap merek seperti Samsung, Xiaomi, atau Oppo).
- Cari opsi bernama Private DNS atau DNS Pribadi.
- Ubah status dari ‘Otomatis’ menjadi Hostname Penyedia DNS Pribadi.
- Ketik alamat berikut pada kolom yang tersedia: dns.adguard.com.
- Klik Simpan.
Setelah pengaturan ini aktif, sistem akan secara otomatis memutus koneksi ke server iklan yang dikenal “nakal”. Jika koneksi internet terasa lambat atau tidak stabil, Anda cukup mematikan fitur ini sementara waktu, namun kasus tersebut sangat jarang terjadi pada infrastruktur jaringan 2026 saat ini.
Investigasi Celah Browser: Mematikan Iklan Pop-up di Chrome
Seringkali, pintu masuk iklan bukan dari aplikasi, melainkan dari sisa-sisa penelusuran di Google Chrome. Situs web nakal sering memanipulasi izin notifikasi untuk mengirimkan iklan yang terlihat seperti pesan sistem.
Seorang pakar keamanan siber digital, dalam sebuah forum teknologi tahun ini menyebutkan, “Banyak pengguna mengira HP mereka kena virus, padahal mereka hanya tidak sengaja mengklik ‘Allow Notification’ pada situs web yang tidak kredibel.”
Berikut langkah pembersihannya:
- Buka aplikasi Google Chrome.
- Ketuk ikon titik tiga di pojok kanan atas, lalu pilih Setelan.
- Gulir ke bawah dan pilih Setelan Situs.
- Masuk ke menu Iklan Mengganggu (Intrusive Ads) dan pastikan tuasnya dalam posisi Nonaktif/Block.
- Kembali ke menu sebelumnya, pilih Pop-up dan pengalihan, lalu pastikan juga dalam posisi Block.
Langkah krusial selanjutnya adalah membersihkan “sampah” izin yang sudah terlanjur diberikan:
- Di menu Setelan Situs, pilih Notifikasi.
- Lihat daftar situs di bawah kolom “Diizinkan”.
- Jika ada situs aneh yang tidak Anda kenal, klik situs tersebut dan pilih Hapus & Reset.
Melacak ‘Penyusup’: Menghapus Aplikasi Pembawa Adware
Jika iklan muncul tiba-tiba saat Anda berada di Home Screen (layar utama) tanpa membuka aplikasi apa pun, ini adalah tanda merah. Artinya, ada aplikasi jahat (Adware) yang berjalan di latar belakang.
Para pengembang nakal di tahun 2026 semakin pintar menyembunyikan aplikasi mereka dengan membuat ikon aplikasi tersebut transparan atau tanpa nama, sehingga sulit ditemukan di menu utama.
Cara mendeteksi dan menghapusnya:
- Masuk ke Pengaturan > Aplikasi atau Manajemen Aplikasi.
- Lihat daftar aplikasi yang terinstal. Perhatikan bagian paling atas atau paling bawah daftar.
- Cari aplikasi yang tidak memiliki ikon (logo android kosong) atau tidak memiliki nama.
- Jika ditemukan, segera klik dan pilih Uninstall (Copot Pemasangan).
Selain itu, curigai aplikasi-aplikasi “utility” seperti:
- Aplikasi Penghemat Baterai.
- Aplikasi Pembersih RAM (Cleaner).
- Aplikasi Senter atau Kompas gratisan.
Aplikasi jenis ini seringkali menjadi “kuda troya” yang membawa iklan agresif ke dalam sistem ponsel Anda.
Mematikan Iklan Bawaan Sistem (Bloatware Manufaktur)
Realita pahit bagi pengguna ponsel entry-level hingga mid-range adalah adanya iklan yang disisipkan resmi oleh pabrikan ponsel (seperti pada MIUI/HyperOS, Funtouch OS, atau XOS). Ini adalah strategi bisnis untuk menekan harga jual perangkat keras.
Namun, Anda berhak menonaktifkannya. Berikut panduan umum untuk mematikan layanan iklan sistem (MSA – MIUI System Ads) bagi pengguna Xiaomi/Poco yang sering mengeluh, namun prinsipnya mirip untuk merek lain:
- Buka Pengaturan > Sandi & Keamanan.
- Pilih Otorisasi & Pencabutan.
- Cari aplikasi bernama msa.
- Matikan tuas di sebelahnya. Anda mungkin perlu menunggu 10 detik sebelum bisa menekan Revoke/Cabut.
- Lakukan hal yang sama untuk aplikasi GetApps jika Anda jarang menggunakannya.
Dampak Jangka Panjang dan Risiko Keamanan
Mengapa cara menghilangkan iklan di HP Android secara permanen ini sangat krusial untuk segera dilakukan? Kita harus melihat “The Impact” atau dampak nyata di balik gangguan visual semata.
Pertama, Pencurian Data Terselubung. Iklan pop-up zaman sekarang bukan sekadar jualan produk. Banyak di antaranya mengandung skrip pelacak yang merekam kebiasaan mengetik, lokasi GPS, hingga data demografis Anda untuk dijual ke pihak ketiga.
Kedua, Penurunan Kinerja Perangkat. Iklan membutuhkan daya pemrosesan dan data internet untuk dimuat. Sebuah studi teknologi menunjukkan bahwa adware yang berjalan di latar belakang dapat menguras baterai hingga 20% lebih cepat dan memakan kuota data secara signifikan setiap bulannya.
Ketiga, Pintu Masuk Malware. Iklan judi online atau pinjaman ilegal yang sering muncul biasanya mengandung tautan phishing. Satu klik yang tidak disengaja bisa berujung pada instalasi aplikasi berbahaya yang mampu menguras saldo dompet digital Anda.
Prediksi Masa Depan: Perang Privasi di Android
Melihat tren teknologi menuju akhir dekade ini, Google terus memperketat aturan melalui inisiatif “Privacy Sandbox”. Di masa depan, kemampuan aplikasi untuk melacak pengguna antar-aplikasi akan semakin dibatasi secara sistem.
Namun, para pengiklan juga akan beradaptasi. Kita mungkin akan melihat pergeseran dari iklan display (gambar/video) menjadi iklan yang lebih terintegrasi dengan konten (native ads) atau bahkan iklan berbasis audio yang lebih sulit diblokir oleh DNS biasa.
Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci. Pengguna tidak bisa lagi hanya mengandalkan pengaturan pabrik. Pemahaman tentang izin aplikasi (App Permissions) akan menjadi skill wajib bagi setiap pemilik HP Android untuk menjaga data mereka tetap aman.
Kesimpulan
Menghilangkan iklan di HP Android bukan sekadar soal kenyamanan mata, melainkan langkah krusial menjaga keamanan data pribadi dan kesehatan perangkat Anda. Dengan menerapkan kombinasi metode Private DNS, pembersihan izin browser, dan penghapusan adware, Anda bisa mendapatkan pengalaman pengguna yang bersih dan responsif.
Ingat, tidak ada aplikasi “ajaib” di Play Store yang bisa membersihkan iklan sebaik pengaturan manual yang Anda lakukan sendiri. Seringkali, aplikasi pemblokir iklan gratisan justru membawa iklan mereka sendiri. Jadilah pengguna cerdas yang memegang kendali penuh atas teknologi yang Anda genggam.











