Himpasikom.id-Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial senilai Rp7,73 miliar di Kabupaten Pasuruan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bantuan ini menyasar ribuan keluarga rentan, penyandang disabilitas, pelaku usaha kecil, serta desa yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Penyaluran bansos Pemprov Jatim di Pasuruan menjadi bagian dari strategi pembangunan sosial yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya memberikan bantuan tunai, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi melalui dukungan pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan desa.
Penjelasan tentang Penyaluran Bansos Pemprov Jatim di Pasuruan
Penyaluran bantuan sosial dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Selasa, 17 Februari 2026. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem, khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Program bansos ini menyasar berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk:
- Keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Plus
- Warga miskin ekstrem
- Penyandang disabilitas
- Pelajar perempuan penerima bantuan pendidikan
- Pelaku usaha kecil dan masyarakat rentan
- Pilar sosial dan penggerak kesejahteraan masyarakat
- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Tujuan utama dari program ini adalah memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri.
Selain memberikan bantuan langsung, program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Rincian Bantuan Sosial Rp7,73 Miliar di Kabupaten Pasuruan
Penyaluran bantuan sosial dilakukan melalui berbagai program yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Berikut rincian lengkap bansos yang disalurkan:
Tabel Rincian Bantuan Sosial Pemprov Jatim di Pasuruan
| Program | Jumlah Penerima | Bantuan per Penerima | Total Anggaran |
|---|---|---|---|
| PKH Plus | 1.747 keluarga | Rp2.000.000 | Rp3.494.000.000 |
| Bantuan Miskin Ekstrem | 1.503 jiwa | Rp1.500.000 | Rp2.254.500.000 |
| Bantuan Disabilitas | 83 jiwa | Rp3.600.000 | Rp298.800.000 |
| KIP Putri Jawara | 100 jiwa | Rp3.000.000 | Rp300.000.000 |
| KIP PPKS Jawara | 10 jiwa | Rp3.000.000 | Rp30.000.000 |
| Tali Asih Pilar Sosial | 182 jiwa | Variatif | – |
| Zakat Produktif | 30 jiwa | Rp500.000 | Rp15.000.000 |
| Bantuan BUM Desa | 3 desa | Rp100.000.000 | Rp300.000.000 |
| Desa BERDAYA | 2 desa | Rp100.000.000 | Rp200.000.000 |
| JATIM PUSPA | 3 desa | Variatif | Rp441.350.000 |
Total keseluruhan bantuan mencapai Rp7.735.250.000.
Jumlah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Program PKH Plus Jadi Fokus Utama Bantuan
Program Keluarga Harapan (PKH) Plus menjadi komponen terbesar dalam penyaluran bansos kali ini. Program ini menyasar 1.747 keluarga dengan bantuan Rp2 juta per keluarga.
PKH Plus merupakan pengembangan dari program bantuan sosial nasional yang bertujuan membantu kelompok rentan, khususnya:
- Lansia
- Penyandang disabilitas
- Keluarga miskin
- Kelompok rentan lainnya
Manfaat utama program PKH Plus meliputi:
- Mengurangi beban ekonomi keluarga
- Membantu memenuhi kebutuhan dasar
- Meningkatkan kualitas hidup lansia dan kelompok rentan
- Mengurangi risiko kemiskinan ekstrem
Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang paling membutuhkan.
Bantuan untuk Warga Miskin Ekstrem
Sebanyak 1.503 warga miskin ekstrem menerima bantuan masing-masing Rp1,5 juta. Program ini merupakan bagian dari upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.
Kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum, seperti makanan, tempat tinggal, dan layanan kesehatan.
Tujuan bantuan ini adalah:
- Memberikan perlindungan sosial langsung
- Mengurangi beban ekonomi masyarakat
- Mencegah penurunan kualitas hidup
- Mendukung pemulihan ekonomi keluarga
Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.
Dukungan bagi Penyandang Disabilitas
Pemprov Jatim juga memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas dengan menyalurkan bantuan Rp3,6 juta per orang kepada 83 penerima.
Tujuan bantuan ini meliputi:
- Meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas
- Mendukung kebutuhan hidup sehari-hari
- Mengurangi ketergantungan ekonomi
- Mendorong partisipasi sosial
Program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan inklusi sosial.
Bantuan Pendidikan melalui Program KIP Putri Jawara
Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putri Jawara diberikan kepada 100 penerima, masing-masing sebesar Rp3 juta.
Program ini bertujuan:
- Mendukung pendidikan perempuan
- Mencegah putus sekolah
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
- Mendorong kesetaraan pendidikan
Pendidikan menjadi salah satu faktor utama dalam mengurangi kemiskinan jangka panjang.
Bantuan Modal Usaha untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi
Program KIP PPKS Jawara memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta kepada 10 penerima.
Tujuan program ini adalah:
- Membantu masyarakat memulai usaha
- Meningkatkan pendapatan keluarga
- Mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal
Bantuan modal usaha menjadi salah satu strategi efektif dalam mengatasi kemiskinan.
Bantuan untuk Pilar Sosial dan Penggerak Masyarakat
Sebanyak 182 pilar sosial menerima tali asih sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.
Kelompok ini meliputi:
- Taruna Siaga Bencana (Tagana)
- Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)
- Pendamping disabilitas
- Pendamping PKH
Peran mereka sangat penting dalam memastikan program sosial berjalan efektif.
Pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui BUMDes
Pemprov Jatim juga memberikan bantuan kepada desa melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Program ini meliputi:
Bantuan BUMDes
- 3 desa menerima Rp100 juta per desa
- Digunakan untuk pengembangan usaha desa
Program Desa BERDAYA
- 2 desa menerima Rp100 juta per desa
- Bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat desa
Program JATIM PUSPA
- Total bantuan Rp441 juta untuk 3 desa
- Fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan
Program ini bertujuan memperkuat ekonomi desa sebagai fondasi ekonomi daerah.
Penyebab dan Faktor Dilakukannya Penyaluran Bansos
Beberapa faktor utama yang mendorong penyaluran bansos ini antara lain:
- Tingginya angka kemiskinan ekstrem
- Dampak inflasi terhadap masyarakat miskin
- Kebutuhan perlindungan sosial
- Pemulihan ekonomi pasca pandemi
- Ketimpangan ekonomi antar wilayah
Program bansos menjadi salah satu solusi jangka pendek dan menengah.
Dampak Penyaluran Bansos terhadap Masyarakat
Penyaluran bansos memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:
Dampak ekonomi
- Meningkatkan daya beli masyarakat
- Mengurangi beban ekonomi keluarga
- Mendukung usaha kecil
Dampak sosial
- Mengurangi kesenjangan sosial
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Mendukung kelompok rentan
Dampak jangka panjang
- Mengurangi kemiskinan
- Meningkatkan kualitas hidup
- Mendorong kemandirian ekonomi
Program ini menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial.
Strategi Pemprov Jatim dalam Pengentasan Kemiskinan
Pemprov Jatim menggunakan berbagai strategi untuk mengurangi kemiskinan, termasuk:
- Bantuan sosial langsung
- Program pemberdayaan ekonomi
- Bantuan pendidikan
- Dukungan usaha kecil
- Pengembangan ekonomi desa
Pendekatan ini dilakukan secara terpadu.
Data Kemiskinan Jawa Timur dan Upaya Pengurangannya
Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Pemerintah daerah terus berupaya menurunkan angka kemiskinan melalui berbagai program bantuan sosial.
Program bansos menjadi bagian dari strategi nasional dalam pengentasan kemiskinan.
Fokus utama pemerintah meliputi:
- Pengurangan kemiskinan ekstrem
- Peningkatan kesejahteraan
- Pemberdayaan masyarakat
Komitmen Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan
Penyaluran bansos ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini tidak hanya bersifat bantuan sementara, tetapi juga bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Fokus utama program meliputi:
- Perlindungan sosial
- Pemberdayaan ekonomi
- Pengurangan kemiskinan
Kesimpulan
Penyaluran bansos Rp7,73 miliar oleh Pemprov Jatim di Kabupaten Pasuruan menjadi langkah nyata dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bantuan ini menyasar berbagai kelompok rentan, termasuk keluarga miskin, penyandang disabilitas, pelajar, pelaku usaha kecil, dan desa. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan pembangunan sosial jangka panjang.












