News

Klasemen Olimpiade Musim Dingin 2026, Norwegia Kokoh di Puncak, Amerika Serikat Salip Italia

×

Klasemen Olimpiade Musim Dingin 2026, Norwegia Kokoh di Puncak, Amerika Serikat Salip Italia

Share this article

Himpasikom.id-Sabtu, 21 Februari 2026 menandai hari ke-14 Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 dengan persaingan klasemen medali yang semakin ketat. Meski tekanan terus datang dari para pesaing utama, Norwegia masih mempertahankan dominasi mereka di posisi teratas klasemen sementara.

Berdasarkan data resmi Olympics hingga Sabtu pagi waktu setempat, Norwegia telah mengumpulkan 37 medali, terdiri dari 17 emas, 10 perak, dan 10 perunggu. Jumlah tersebut menjadikan negara Nordik itu sebagai kontingen paling sukses sejauh ini dalam ajang olahraga musim dingin paling bergengsi di dunia.

Dominasi Norwegia tidak hanya mencerminkan konsistensi mereka, tetapi juga menegaskan status negara tersebut sebagai kekuatan tradisional Olimpiade Musim Dingin yang sulit ditandingi.

Amerika Serikat Naik ke Posisi Kedua, Italia Turun ke Peringkat Ketiga

Perubahan signifikan terjadi di posisi kedua klasemen. Amerika Serikat berhasil menyalip tuan rumah Italia, setelah mengoleksi total 29 medali, yang terdiri atas 10 emas, 12 perak, dan 7 perunggu.

Lonjakan ini menempatkan Negeri Paman Sam sebagai pesaing paling serius bagi Norwegia dalam perebutan gelar juara umum.

Sementara itu, Italia yang sebelumnya berada di posisi kedua harus turun ke peringkat ketiga dengan total 27 medali, terdiri dari 9 emas, 5 perak, dan 13 perunggu. Meski demikian, performa Italia sebagai tuan rumah tetap mendapat apresiasi tinggi karena mampu bersaing di papan atas melawan negara-negara kuat.

Persaingan antara Amerika Serikat dan Italia diperkirakan masih akan berlangsung sengit hingga hari-hari terakhir kompetisi, mengingat beberapa nomor unggulan masih tersisa.

Belanda dan Jerman Tetap Jadi Ancaman di Papan Atas

Di bawah tiga besar, Belanda menempati posisi keempat dengan total 18 medali, termasuk 8 medali emas. Kekuatan utama Belanda datang dari cabang speed skating, yang selama ini menjadi sumber medali utama mereka.

Sementara itu, Jerman, Prancis, Swiss, dan Swedia sama-sama mengoleksi enam medali emas, menciptakan persaingan ketat di papan tengah klasemen.

Peringkat di antara negara-negara tersebut ditentukan oleh jumlah medali perak dan perunggu, yang membuat setiap hasil pertandingan menjadi sangat penting.

Austria dan Jepang melengkapi daftar sepuluh besar, masing-masing dengan lima medali emas, menunjukkan konsistensi mereka sebagai kekuatan penting dalam olahraga musim dingin.

Kehadiran Jepang di sepuluh besar juga mencerminkan perkembangan signifikan negara Asia dalam kompetisi yang secara tradisional didominasi negara Eropa dan Amerika Utara.

Kontingen Terbesar Sepanjang Sejarah, AS Tampil Agresif

Salah satu faktor utama keberhasilan Amerika Serikat adalah kekuatan kontingen mereka yang luar biasa besar. Pada Olimpiade Milano-Cortina 2026, Amerika Serikat mengirimkan 232 atlet, menjadikannya sebagai kontingen terbesar mereka dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin.

Investasi besar dalam pembinaan atlet dan teknologi olahraga terbukti memberikan hasil nyata.

Sejumlah kemenangan penting menjadi kunci lonjakan posisi Amerika Serikat di klasemen.

Breezy Johnson menyumbangkan medali emas dari nomor downhill putri, salah satu nomor paling prestisius dalam cabang ski alpin.

Selain itu, tim seluncur indah Amerika Serikat juga berhasil meraih emas di nomor beregu, memberikan dorongan besar sejak awal kompetisi.

Keberhasilan tersebut menjadi momentum penting yang membantu Amerika Serikat membangun kepercayaan diri dan konsistensi sepanjang Olimpiade.

Jordan Stolz dan Mikaela Shiffrin Jadi Bintang Utama

Salah satu bintang terbesar Amerika Serikat di Milano-Cortina 2026 adalah Jordan Stolz, yang tampil luar biasa di cabang speed skating.

Ia berhasil meraih dua medali emas dan satu perak, menjadikannya sebagai salah satu atlet paling sukses di Olimpiade kali ini.

Kontribusi Stolz memperkuat posisi Amerika Serikat dalam cabang yang sangat kompetitif.

Di cabang ski alpin, Mikaela Shiffrin kembali menunjukkan kelasnya dengan meraih medali emas nomor slalom, menambah koleksi prestasi gemilang dalam kariernya yang sudah legendaris.

Kemenangan Shiffrin juga menjadi simbol konsistensi Amerika Serikat dalam menghasilkan atlet kelas dunia.

Tim Hoki Es dan Alysa Liu Tambah Koleksi Emas AS

Keberhasilan Amerika Serikat tidak berhenti di situ. Tim hoki es putri AS sukses merebut medali emas setelah mengalahkan Kanada, rival tradisional mereka dalam salah satu pertandingan paling emosional di Olimpiade.

Kemenangan ini menjadi salah satu sorotan terbesar kompetisi tahun ini.

Tambahan emas juga datang dari Alysa Liu, yang berhasil meraih podium tertinggi di nomor seluncur indah perorangan putri.

Prestasi Liu memperkuat dominasi Amerika Serikat dalam cabang seluncur indah, yang selama ini menjadi salah satu sumber medali utama mereka.

Norwegia Masih Favorit Juara Umum, Tapi Persaingan Belum Usai

Meski Norwegia masih memimpin klasemen, persaingan menuju gelar juara umum Olimpiade Musim Dingin 2026 masih jauh dari kata selesai.

Amerika Serikat, Jerman, dan beberapa negara lain masih memiliki peluang untuk menambah medali emas di nomor-nomor yang tersisa.

Setiap kemenangan di sisa kompetisi dapat mengubah posisi klasemen secara signifikan.

Namun dengan keunggulan medali emas yang cukup besar, Norwegia tetap menjadi favorit utama untuk mempertahankan posisi mereka di puncak.

Dengan hanya beberapa hari tersisa sebelum penutupan Olimpiade, dunia kini menantikan apakah Norwegia mampu mempertahankan dominasi mereka, atau justru Amerika Serikat dan negara lain mampu menciptakan kejutan di detik-detik terakhir.