Himpasikom.id-Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan bahwa sekitar 3 juta penerima bantuan sosial (bansos) baru hingga kini belum menerima pencairan bantuan. Kondisi ini bukan karena bantuan dihentikan, melainkan masih dalam proses administrasi, termasuk pembukaan rekening dan distribusi kartu penerima.
Informasi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama menjelang Ramadhan 2026, ketika bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) sangat dinantikan oleh keluarga penerima manfaat (KPM).
Penyebab 3 Juta Penerima Bansos Belum Cair
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa jutaan penerima tersebut merupakan penerima baru hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Rinciannya meliputi:
- Sekitar 1 juta penerima baru PKH
- Sekitar 2 juta penerima baru BPNT
Namun, sebagian besar penerima baru tersebut belum memiliki rekening bank. Karena itu, Kemensos harus melakukan proses pembukaan rekening kolektif (burekol) terlebih dahulu.
“Sebagian besar belum memiliki rekening. Maka itu ada namanya buka burekol dan perlu waktu 1–2 bulan sebelum bantuan dapat dicairkan,” jelas Gus Ipul.
Selain pembukaan rekening, proses lain yang sedang berjalan meliputi:
- Distribusi kartu penerima bansos
- Validasi data penerima
- Persiapan penyaluran melalui bank dan PT Pos Indonesia
Proses administrasi ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
DTSEN Jadi Acuan Baru Penyaluran Bansos
Kemensos kini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penyaluran bantuan sosial. Data ini diperbarui secara berkala setiap triwulan.
Dengan sistem ini:
- Penerima baru dapat ditambahkan
- Penerima yang tidak lagi memenuhi syarat dapat dikeluarkan
- Penyaluran bansos menjadi lebih tepat sasaran
Hal ini menyebabkan munculnya jutaan penerima baru yang sebelumnya belum terdaftar dalam program bansos.
Progres Penyaluran Bansos 2026 Sudah Capai 85 Persen
Meski ada penerima baru yang masih menunggu, Kemensos memastikan penyaluran bansos triwulan pertama 2026 berjalan sangat baik.
Berikut data terbaru penyaluran bansos:
Program Keluarga Harapan (PKH)
- Total target: 10 juta KPM
- Sudah tersalurkan: 8.940.958 KPM
- Persentase: 89,4 persen
- Nilai bantuan: lebih dari Rp6 triliun
Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) / Bantuan Sembako
- Total target: 18.250.000 KPM
- Sudah tersalurkan: lebih dari 15 juta KPM
- Persentase: 86,9 persen
- Nilai bantuan: lebih dari Rp9 triliun
Total penyaluran bansos sudah mencapai lebih dari Rp15 triliun hingga awal Februari 2026.
Mekanisme Penyaluran Bansos Dilakukan Lewat Bank dan PT Pos
Untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat, Kemensos bekerja sama dengan:
- Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)
- Bank Syariah Indonesia (BSI)
- PT Pos Indonesia
Metode penyaluran meliputi:
- Transfer langsung ke rekening penerima
- Penyaluran melalui kantor pos bagi penerima tanpa rekening
Sistem ini juga membantu mencegah penyalahgunaan bantuan.
Kapan Bansos untuk Penerima Baru Akan Cair?
Berdasarkan penjelasan Kemensos, proses pembukaan rekening kolektif membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 bulan.
Artinya, bansos untuk penerima baru kemungkinan akan cair setelah:
- Rekening selesai dibuat
- Kartu selesai didistribusikan
- Data dinyatakan aktif
Kemensos memastikan proses ini terus dipercepat agar bantuan dapat segera diterima, terutama menjelang dan selama Ramadhan.
Imbauan Kemensos untuk Penerima Bansos
Kemensos mengimbau masyarakat untuk:
- Tidak panik jika bantuan belum cair
- Memastikan data sudah terdaftar dalam DTSEN
- Menunggu proses administrasi selesai
- Tidak mempercayai informasi palsu terkait pencairan
Jika sudah terdaftar, bantuan tetap akan diberikan setelah proses selesai.
Kesimpulan
Sebanyak 3 juta penerima bansos baru memang belum menerima bantuan, namun hal ini disebabkan oleh proses administrasi, terutama pembukaan rekening kolektif dan distribusi kartu.
Kemensos memastikan bantuan tetap akan cair setelah proses selesai, dengan estimasi waktu sekitar 1–2 bulan. Sementara itu, penyaluran bansos secara keseluruhan sudah mencapai lebih dari 85 persen dan terus berjalan.
Dengan sistem DTSEN yang lebih akurat, diharapkan bantuan sosial semakin tepat sasaran dan membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.












