Pendidikan

Pembangunan Sekolah Rakyat di DIY Dimulai, Sleman Masih Tahap Administrasi

×

Pembangunan Sekolah Rakyat di DIY Dimulai, Sleman Masih Tahap Administrasi

Share this article
sekolah rakyat dibangun

Himpasikom.id-Rencana pembangunan Sekolah Rakyat kembali berlanjut di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah menargetkan penambahan fasilitas pendidikan bagi keluarga kurang mampu melalui pembangunan gedung baru yang tersebar di beberapa wilayah strategis. Informasi ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan perluasan akses pendidikan berbasis asrama.

Pembangunan ini menandai fase lanjutan dari program Sekolah Rakyat yang sebelumnya telah berjalan di DIY. Selain menambah daya tampung siswa, kehadiran gedung baru juga diharapkan memperkuat pemerataan layanan pendidikan di tingkat daerah.

Sebanyak tiga gedung Sekolah Rakyat akan dibangun di DIY, masing-masing di Kulon Progo serta dua lokasi di Sleman. Proyek di Kulon Progo sudah mulai dibangun dan ditargetkan rampung Juli 2026, sementara dua lokasi lain masih dalam tahap administrasi lahan. Sekolah ini dirancang dengan sistem asrama dan fasilitas lengkap.

Sekilas Program Sekolah Rakyat di DIY

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini berada di bawah koordinasi pemerintah pusat dan daerah, dengan dukungan lintas sektor termasuk Kementerian Sosial.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, program ini telah berjalan melalui dua sekolah yang sudah aktif. Kedua sekolah tersebut memanfaatkan gedung milik pemerintah pusat yang sebelumnya telah difungsikan untuk layanan sosial dan pendidikan.

Seiring meningkatnya kebutuhan dan minat masyarakat, pembangunan gedung baru menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan program.

Baca Juga:  Cara Pengajuan NUPTK Lewat Verval PTK untuk Guru dan Tenaga Kependidikan

Lokasi 3 Gedung Baru Sekolah Rakyat di DIY

Pemerintah DIY merencanakan pembangunan tiga gedung Sekolah Rakyat baru yang tersebar di dua kabupaten. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan lahan dan kebutuhan wilayah.

Berikut rincian lokasi pembangunan:

KabupatenLokasiStatus
Kulon ProgoKalurahan Gulurejo, Kapanewon LendahDalam tahap pembangunan
SlemanKapanewon SeyeganAdministrasi lahan
SlemanKapanewon MoyudanAdministrasi lahan

Saat ini, baru lokasi di Kulon Progo yang telah memasuki tahap pembangunan fisik. Dua lokasi di Sleman masih menunggu penyelesaian proses administratif lahan.

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Kulon Progo

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo menjadi proyek yang paling maju dibandingkan dua lokasi lainnya. Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 7,1 hektare, memberikan ruang yang cukup untuk fasilitas pendidikan terpadu.

Target penyelesaian pembangunan ditetapkan pada Juli 2026. Jika sesuai jadwal, sekolah ini dapat langsung digunakan untuk tahun ajaran berikutnya.

Dengan progres yang sudah berjalan, proyek ini diharapkan menjadi percontohan pengembangan Sekolah Rakyat berbasis gedung baru di wilayah DIY.

Kapasitas dan Jenjang Pendidikan

Sekolah Rakyat di Kulon Progo dirancang untuk menampung hingga 1.080 siswa. Jumlah ini mencakup tiga jenjang pendidikan sekaligus, yaitu SD, SMP, dan SMA.

Sistem yang diterapkan adalah boarding school atau sekolah berasrama. Artinya, siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga tinggal di lingkungan sekolah dengan pengawasan dan pendampingan penuh.

Model ini dipilih untuk memastikan kebutuhan dasar siswa terpenuhi secara konsisten, mulai dari pendidikan, tempat tinggal, hingga pembinaan karakter.

Fasilitas yang Disediakan di Sekolah Rakyat Baru

Selain ruang kelas dan asrama, kawasan Sekolah Rakyat di Kulon Progo akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas ini dirancang untuk menunjang aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari siswa.

Baca Juga:  Cara Daftar Sekolah Rakyat Untuk Siswa dan Guru Secara Online

Beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain:

  • Asrama siswa terpisah sesuai jenjang dan kebutuhan
  • Ruang kelas berstandar nasional
  • Kantin dan fasilitas konsumsi
  • Tempat ibadah
  • Lapangan sepak bola dan area olahraga
  • Ruang pendukung kegiatan siswa

Dengan fasilitas tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif.

Standar Nasional Bangunan Sekolah Rakyat

Spesifikasi bangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo disesuaikan dengan prototipe nasional. Artinya, desain dan standar fasilitasnya dibuat seragam dengan puluhan lokasi Sekolah Rakyat lain di berbagai daerah Indonesia.

Pendekatan ini bertujuan menjaga kualitas prasarana pendidikan agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah. Setiap siswa, di mana pun berada, diharapkan mendapatkan fasilitas yang setara.

Standarisasi juga memudahkan pengelolaan, perawatan, serta pengembangan sekolah di masa mendatang.

Bagaimana dengan Pembangunan di Sleman?

Berbeda dengan Kulon Progo, dua rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Sleman masih berada pada tahap administrasi lahan. Proses ini mencakup legalitas tanah dan kesiapan dokumen pendukung.

Pemerintah daerah belum dapat memastikan kapan pembangunan fisik di Sleman dapat dimulai. Meski demikian, harapan agar proyek segera berjalan tetap disampaikan, mengingat kebutuhan pendidikan yang terus meningkat.

Jika proses administrasi selesai, Sleman berpotensi menjadi wilayah dengan penambahan Sekolah Rakyat terbanyak di DIY.

Dampak bagi Akses Pendidikan di DIY

Penambahan gedung Sekolah Rakyat di DIY memiliki dampak langsung terhadap perluasan akses pendidikan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu akan memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan pendidikan layak tanpa beban biaya.

Selain itu, keberadaan sekolah berbasis asrama membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih stabil bagi siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan ekonomi dan sosial.

Dalam konteks jangka panjang, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Baca Juga:  Masih Banyak yang Keliru, Begini Aturan IPK Penerima KIP Kuliah 2026

Penutup

Pembangunan tiga gedung Sekolah Rakyat di DIY menunjukkan komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan inklusif. Dengan satu sekolah ditargetkan rampung pada Juli 2026 dan dua lainnya dalam proses persiapan, DIY menjadi salah satu wilayah penting dalam pengembangan program ini.

Ke depan, keberhasilan pembangunan dan pengelolaan Sekolah Rakyat akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, kesiapan daerah, serta dukungan masyarakat sekitar. Program ini tidak hanya membangun gedung, tetapi juga membuka peluang masa depan bagi ribuan anak.