Himpasikom.id-Mungkin pernah terlintas di pikiran kamu untuk berhenti sejenak dari pekerjaan, bukan karena ingin resign, tapi karena hidup sedang menuntut perhatian lebih. Di saat seperti ini, pilihan sering terasa terbatas. Cuti tahunan sudah habis, sementara pekerjaan tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Di banyak perusahaan, ada satu opsi yang sering disebut namun jarang benar-benar dipahami: unpaid leave. Sebagian orang menganggapnya sebagai jalan keluar aman, sementara yang lain melihatnya sebagai keputusan berisiko bagi karier.
Unpaid leave bukan sekadar libur tanpa gaji. Ada konsekuensi administratif, finansial, hingga psikologis yang menyertainya. Karena itu, memahami unpaid leave secara menyeluruh menjadi penting sebelum kamu memutuskan untuk mengajukannya.
Apa Itu Unpaid Leave dan Mengapa Istilah Ini Penting Dipahami?
Unpaid leave adalah kondisi di mana karyawan tidak bekerja dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima upah, namun hubungan kerja dengan perusahaan masih tetap berjalan. Artinya, kamu tidak resign, tetapi juga tidak mendapatkan gaji selama periode tersebut.
Konsep ini biasanya muncul ketika kebutuhan pribadi tidak bisa ditunda, sementara hak cuti berbayar sudah tidak tersedia. Unpaid leave menjadi bentuk kompromi antara kebutuhan karyawan dan kepentingan perusahaan.
Meski terdengar sederhana, unpaid leave sering menimbulkan kebingungan karena tidak semua perusahaan memiliki aturan tertulis yang jelas. Di sinilah pemahaman dasar sangat dibutuhkan agar keputusan yang diambil tidak berujung masalah.
Situasi Nyata yang Sering Membuat Karyawan Mengambil Unpaid Leave
Dalam praktiknya, unpaid leave jarang diambil tanpa alasan kuat. Ada berbagai kondisi nyata yang mendorong karyawan mempertimbangkan opsi ini.
Beberapa di antaranya adalah kebutuhan merawat anggota keluarga, pemulihan kesehatan jangka menengah, melanjutkan pendidikan singkat, atau menghadapi kondisi mental yang membutuhkan waktu jeda. Ada juga yang mengambil unpaid leave karena urusan administratif penting seperti proses hukum atau kepindahan domisili.
Hal yang menarik, unpaid leave juga semakin sering digunakan sebagai cara mencegah burnout, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi.
Apakah Unpaid Leave Merupakan Hak Karyawan?
Pertanyaan ini sering muncul dan jawabannya tidak selalu sesuai harapan. Unpaid leave bukan hak otomatis yang bisa diambil kapan saja.
Di Indonesia, tidak ada aturan khusus yang mewajibkan perusahaan memberikan unpaid leave. Artinya, cuti ini sepenuhnya bergantung pada kebijakan internal perusahaan dan persetujuan atasan atau HR.
Karena itu, unpaid leave lebih tepat dipahami sebagai hasil kesepakatan dua pihak, bukan hak sepihak karyawan.
Hubungan Unpaid Leave dengan Prinsip No Work No Pay
Unpaid leave sangat erat kaitannya dengan prinsip no work, no pay. Prinsip ini menyatakan bahwa upah dibayarkan sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan.
Ketika kamu tidak bekerja karena unpaid leave, perusahaan secara hukum tidak berkewajiban membayar gaji. Namun, karena ketidakhadiran tersebut disetujui, status kamu tetap sebagai karyawan aktif.
Inilah perbedaan utama unpaid leave dengan mangkir atau absen tanpa izin.
Berapa Lama Unpaid Leave Bisa Diambil?
Durasi unpaid leave tidak memiliki standar baku. Setiap perusahaan bisa menetapkan aturan yang berbeda, bahkan dalam satu perusahaan pun durasi bisa berbeda tergantung posisi dan alasan cuti.
Ada unpaid leave yang hanya berlangsung beberapa hari, ada juga yang mencapai beberapa bulan. Namun, semakin lama durasi cuti, biasanya semakin besar pertimbangan perusahaan terhadap keberlangsungan pekerjaan.
Karena itu, durasi unpaid leave sebaiknya dibicarakan secara terbuka sejak awal agar tidak menimbulkan ekspektasi yang keliru.
Dampak Unpaid Leave terhadap Gaji dan Fasilitas Karyawan
Hal paling terasa dari unpaid leave tentu adalah hilangnya penghasilan sementara. Gaji pokok tidak dibayarkan selama karyawan tidak bekerja.
Selain gaji, beberapa fasilitas juga berpotensi terdampak, seperti tunjangan kehadiran, uang makan, uang transport, hingga insentif bulanan. Namun, fasilitas lain seperti email kantor atau akses sistem internal biasanya tetap aktif, tergantung kebijakan perusahaan.
Penting untuk menanyakan detail ini sebelum cuti dimulai agar kamu bisa mengatur keuangan dengan lebih realistis.
Cara Perusahaan Biasanya Menghitung Potongan Unpaid Leave
Tidak ada rumus resmi dari pemerintah terkait perhitungan unpaid leave. Namun, kebanyakan perusahaan menggunakan pendekatan proporsional berdasarkan hari kerja.
Contoh Perhitungan Unpaid Leave (Versi Baru)
Misalnya:
- Gaji bulanan: Rp7.500.000
- Jumlah hari kerja bulan tersebut: 22 hari
- Lama unpaid leave: 4 hari
Gaji per hari = Rp7.500.000 ÷ 22 = Rp340.909
Total potongan unpaid leave = 4 × Rp340.909 = Rp1.363.636
Maka, gaji yang diterima karyawan pada bulan tersebut adalah sekitar Rp6.136.364 sebelum potongan lain seperti pajak atau iuran.
Contoh ini bisa berbeda di tiap perusahaan, tetapi memberi gambaran realistis tentang dampaknya.
Alur Pengajuan Unpaid Leave yang Aman dan Profesional
Mengajukan unpaid leave tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada alur yang sebaiknya diikuti agar tidak menimbulkan risiko karier.
Langkah awal adalah menyampaikan rencana secara informal kepada atasan. Diskusi awal ini penting untuk membaca situasi dan kemungkinan persetujuan.
Setelah itu, pengajuan resmi dilakukan secara tertulis, lengkap dengan alasan, durasi, dan tanggal mulai serta berakhirnya cuti. Persetujuan tertulis menjadi bukti bahwa cuti dilakukan secara sah.
Terakhir, pastikan ada serah terima pekerjaan agar tim tetap berjalan tanpa hambatan.
Hak yang Tetap Melekat Selama Unpaid Leave
Walaupun tidak menerima gaji, karyawan tetap memiliki sejumlah hak selama unpaid leave disetujui.
Status karyawan tetap aktif dan tidak bisa dianggap mengundurkan diri. Selain itu, karyawan tetap berhak kembali bekerja setelah masa cuti selesai, sesuai kesepakatan awal.
Dalam banyak kasus, hak seperti THR tetap ada selama hubungan kerja belum berakhir, meskipun perhitungannya bisa disesuaikan dengan periode unpaid leave.
Kewajiban yang Sering Diabaikan Saat Unpaid Leave
Unpaid leave bukan berarti bebas dari tanggung jawab. Karyawan tetap wajib mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.
Kewajiban paling penting adalah kembali bekerja tepat waktu. Melebihi durasi tanpa izin tambahan bisa berdampak serius.
Selain itu, karyawan juga bertanggung jawab memastikan pekerjaan telah diserahkan dengan baik sebelum cuti dimulai.
Unpaid Leave vs Resign: Mana yang Lebih Tepat?
Banyak orang bimbang antara mengambil unpaid leave atau langsung resign. Keduanya memiliki konsekuensi berbeda.
Unpaid leave cocok jika masalah bersifat sementara dan kamu masih ingin melanjutkan karier di perusahaan tersebut. Sementara resign lebih relevan jika kamu memang ingin mengakhiri hubungan kerja.
Memilih unpaid leave bisa menjadi solusi jangka pendek tanpa harus kehilangan pekerjaan sepenuhnya.
Tips Bijak Sebelum Memutuskan Unpaid Leave
Sebelum mengajukan unpaid leave, pastikan kondisi keuangan kamu cukup aman untuk beberapa waktu tanpa gaji. Diskusikan juga dampaknya terhadap pekerjaan dan tim.
Jangan ragu menanyakan detail kebijakan perusahaan, terutama terkait fasilitas dan jaminan sosial. Semakin jelas informasinya, semakin kecil risiko di kemudian hari.
Kesimpulan
Unpaid leave adalah opsi yang bisa menjadi solusi atau risiko, tergantung cara kamu mengelolanya. Cuti ini memberi ruang untuk menyelesaikan urusan pribadi tanpa harus kehilangan status pekerjaan, tetapi juga membawa konsekuensi finansial dan profesional.
Dengan pemahaman yang tepat, komunikasi yang jujur, dan perencanaan matang, unpaid leave bisa menjadi keputusan yang aman dan bertanggung jawab. Jangan hanya ikut-ikutan, pastikan kamu benar-benar siap sebelum mengambil langkah ini.
FAQ tentang Unpaid Leave
Unpaid leave itu apa sebenarnya?
Unpaid leave adalah cuti di mana karyawan tidak bekerja dan tidak menerima gaji, tetapi masih berstatus sebagai karyawan aktif.
Apakah unpaid leave selalu disetujui perusahaan?
Tidak. Persetujuan bergantung pada kebijakan perusahaan dan kebutuhan operasional.
Apakah unpaid leave memengaruhi karier?
Bisa iya, bisa tidak. Jika dikomunikasikan dengan baik dan alasannya jelas, dampaknya bisa diminimalkan.
Apakah selama unpaid leave masih tercatat sebagai karyawan?
Ya, selama cuti disetujui secara resmi dan belum ada pemutusan hubungan kerja.
Kapan unpaid leave sebaiknya diambil?
Saat kebutuhan pribadi mendesak dan tidak bisa ditangani dengan cuti berbayar yang tersedia.











