Himpasikom.id-Platform trading kripto bernama Opalp Exchange kembali menjadi sorotan setelah banyak pengguna mengeluhkan dana mereka tidak bisa ditarik. Hingga 3 Februari, keluhan tersebut masih terus muncul di berbagai komunitas pengguna aset kripto dan grup diskusi online.
Sejumlah member mengaku sudah cukup lama tidak bisa melakukan penarikan dana (withdraw), meskipun saldo di aplikasi masih tercatat aktif. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa Opalp Exchange tidak sekadar mengalami gangguan teknis, melainkan mengarah pada praktik scam.
Kasus ini menjadi perhatian karena Opalp Exchange sebelumnya dipromosikan sebagai platform trading crypto dan copy trading yang diklaim aman serta cocok untuk pemula.
Apa Itu Opalp Exchange?
Opalp Exchange dikenal sebagai platform yang menawarkan layanan trading kripto dengan fitur copy trading. Melalui fitur ini, pengguna cukup mengikuti akun trader tertentu, lalu sistem akan menyalin transaksi secara otomatis ke akun mereka.
Konsep tersebut terlihat menarik karena menjanjikan kemudahan dan potensi keuntungan tanpa perlu pemahaman mendalam soal pasar kripto. Namun, sejak awal kemunculannya, platform ini dinilai minim transparansi.
Informasi terkait pengelola, badan hukum, dan lokasi operasional Opalp Exchange tidak pernah disampaikan secara jelas kepada publik.
Dana Member Ditahan, Penarikan Tidak Bisa Dilakukan
Masalah utama yang dikeluhkan para pengguna adalah penahanan dana secara sepihak. Banyak member menyebutkan bahwa:
- Permintaan withdraw selalu berstatus pending
- Tidak ada kepastian waktu pencairan
- Alasan penundaan terus berubah
Pihak Opalp Exchange disebut memberikan berbagai alasan, mulai dari audit internal hingga pembaruan sistem. Namun hingga 3 Februari, dana para member tetap tidak bisa dicairkan.
Situasi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi pengguna yang telah menyetor dana dalam jumlah besar.
Indikasi Exit Scam Mulai Menguat
Dalam dunia investasi digital, pola seperti ini kerap dikaitkan dengan exit scam. Exit scam biasanya ditandai dengan:
- Penarikan dana dihentikan
- Alasan teknis disampaikan berulang kali
- Komunikasi pengelola semakin terbatas
Sejumlah pengguna juga melaporkan bahwa admin atau perwakilan Opalp Exchange semakin sulit dihubungi. Pertanyaan soal kejelasan dana sering tidak mendapat jawaban tegas.
Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa Opalp Exchange sedang berada dalam fase berisiko tinggi bagi para member.
Dugaan Skema Ponzi dalam Opalp Exchange
Selain penahanan dana, Opalp Exchange juga dicurigai menjalankan pola yang menyerupai skema Ponzi. Beberapa ciri yang dikeluhkan pengguna antara lain:
- Fokus pada perekrutan member baru
- Janji imbal hasil stabil tanpa risiko
- Tidak ada bukti aktivitas trading yang bisa diverifikasi
Dalam skema seperti ini, keuntungan member lama biasanya berasal dari dana member baru. Ketika arus pendaftar melambat, sistem mulai bermasalah dan penarikan dana dihentikan.
Legalitas Opalp Exchange Dipertanyakan
Hingga saat ini, Opalp Exchange tidak pernah secara terbuka menunjukkan izin resmi sebagai platform perdagangan aset kripto di Indonesia. Tidak ada kejelasan apakah platform ini terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.
Ketiadaan legalitas tersebut menjadi salah satu tanda bahaya utama karena pengguna tidak memiliki perlindungan hukum jika terjadi kerugian.
Reaksi dan Keluhan Para Pengguna
Sejumlah pengguna mengaku mulai menyadari kejanggalan setelah penarikan dana pertama mereka gagal. Ada pula yang mengaku diminta melakukan deposit tambahan agar saldo bisa dicairkan.
Permintaan deposit lanjutan sebagai syarat pencairan dinilai tidak masuk akal dan semakin memperkuat dugaan praktik penipuan.
Sebagian member kini mulai menghimpun korban lain untuk berbagi informasi dan mempertimbangkan langkah lanjutan.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Jika Terlanjur Bergabung?
Bagi pengguna yang sudah terlanjur menyimpan dana di Opalp Exchange, beberapa langkah berikut bisa dipertimbangkan:
- Hentikan seluruh aktivitas deposit tambahan
- Simpan bukti transaksi dan riwayat penarikan
- Dokumentasikan komunikasi dengan pihak platform
- Waspada terhadap ajakan pindah ke platform serupa
Langkah ini penting untuk meminimalkan potensi kerugian.
Pelajaran bagi Investor Kripto
Kasus Opalp Exchange menjadi pengingat bahwa tidak semua platform trading kripto aman, meski tampilannya terlihat profesional. Janji keuntungan tinggi tanpa transparansi seharusnya menjadi tanda peringatan sejak awal.
Investor diimbau untuk selalu mengecek legalitas, sistem kerja, dan reputasi platform sebelum menempatkan dana.
Kesimpulan
Hingga 3 Februari, Opalp Exchange masih diduga kuat sebagai platform trading crypto bermasalah yang mengarah pada praktik scam. Penahanan dana, minimnya transparansi, serta indikasi skema Ponzi menjadi alarm serius bagi para pengguna.
Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur janji keuntungan instan. Dalam investasi kripto, kewaspadaan dan verifikasi adalah kunci utama.











