Ekonomi

Harga Bitcoin Turun di Bawah US$65.000 Tekanan Jual Makin Kuat

×

Harga Bitcoin Turun di Bawah US$65.000 Tekanan Jual Makin Kuat

Share this article

Himpasikom.id-Harga Bitcoin turun tajam pada perdagangan terbaru dan sempat bergerak di bawah level US$65.000, memperpanjang tren koreksi yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang meningkat di pasar kripto global, sekaligus mencerminkan sentimen investor yang cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko.

Pergerakan tersebut membawa Bitcoin ke area harga terendah sejak akhir 2024. Koreksi ini terasa signifikan karena terjadi setelah reli panjang yang sempat mendorong harga ke rekor baru pada akhir tahun lalu. Kini pasar kembali memasuki fase penyesuaian, dengan volatilitas tinggi dan likuiditas yang lebih ketat.

Penurunan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Mayoritas aset kripto utama ikut terkoreksi, menandakan bahwa tekanan pasar bersifat luas. Situasi ini memicu diskusi baru di kalangan pelaku pasar mengenai posisi Bitcoin sebagai aset investasi di tengah dinamika ekonomi global.

Kondisi harga Bitcoin saat ini

Harga Bitcoin turun dengan cepat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Tekanan jual yang intens mendorong harga bergerak turun dua digit dalam waktu singkat, memperlihatkan betapa sensitifnya pasar terhadap perubahan sentimen.

Secara umum, kondisi pasar saat ini menunjukkan:

  • Bitcoin bergerak di kisaran US$63.000–US$65.000
  • Penurunan mingguan mencapai sekitar dua digit persen
  • Kapitalisasi pasar kripto global ikut menyusut
  • Volatilitas meningkat dibanding periode sebelumnya
Baca Juga:  Cek Tabel Angsuran KUR BNI 2026, Bunga 6 Persen, Syarat dan Simulasi Cicilan

Tabel berikut menggambarkan gambaran singkat pergerakan harga:

PeriodePerubahan Harga Bitcoin
24 jamTurun tajam dua digit persen
1 mingguKoreksi signifikan
Dari puncak terakhirTurun puluhan persen

Kondisi ini menempatkan Bitcoin dalam fase koreksi yang dalam, sekaligus menjadi ujian bagi struktur teknikal jangka menengah.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin turun

Penurunan harga Bitcoin tidak terjadi secara terpisah. Ada sejumlah faktor pasar yang saling berkaitan dan memperkuat tekanan jual.

Pertama, sentimen risiko global sedang melemah. Ketika pasar saham dan aset berisiko mengalami tekanan, investor cenderung mengurangi eksposur pada instrumen volatil seperti kripto.

Kedua, likuidasi posisi leverage mempercepat penurunan. Saat harga turun cepat, posisi trader yang menggunakan pinjaman otomatis ditutup oleh sistem, menciptakan efek domino tekanan jual tambahan.

Ketiga, minat investor institusional terlihat lebih berhati-hati. Arus modal yang sebelumnya mendorong reli mulai melambat, membuat pasar lebih rentan terhadap aksi jual.

Keempat, faktor teknikal juga berperan. Penembusan level psikologis penting memicu aksi jual lanjutan karena banyak trader menggunakan batas tersebut sebagai acuan.

Respons pasar dan investor

Respons pasar terhadap harga Bitcoin turun menunjukkan perbedaan strategi antar pelaku pasar. Investor jangka panjang cenderung tetap menahan aset, melihat koreksi sebagai bagian dari siklus alami pasar kripto.

Sebaliknya, trader jangka pendek lebih aktif merespons volatilitas. Fluktuasi harga yang besar membuka peluang perdagangan, tetapi juga meningkatkan risiko.

Secara umum, pasar menunjukkan karakteristik berikut:

  • Volume perdagangan meningkat saat tekanan jual
  • Trader aktif memantau area support teknikal
  • Investor ritel lebih selektif dalam mengambil posisi

Perilaku ini menggambarkan fase pasar yang masih mencari keseimbangan setelah koreksi tajam.

Potensi arah pergerakan berikutnya

Setelah harga Bitcoin turun ke area support utama, perhatian pasar kini tertuju pada apakah level tersebut mampu bertahan. Area sekitar US$60.000–US$63.000 dipandang sebagai zona penting dari sisi teknikal.

Baca Juga:  Cara Beli Reksa Dana 2026 dari Nol Sampai Punya Portofolio

Beberapa kemungkinan yang diperhatikan pelaku pasar:

  • Konsolidasi harga sebelum menentukan arah baru
  • Rebound teknikal jika tekanan jual mereda
  • Koreksi lanjutan bila sentimen risiko tetap lemah

Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh kondisi makro global, arus likuiditas, serta psikologi pasar.

Risiko yang perlu diperhatikan investor

Fase koreksi seperti saat ini membawa sejumlah risiko yang perlu dipahami, terutama bagi investor yang baru masuk pasar kripto.

Beberapa risiko utama meliputi:

  • Volatilitas tinggi yang dapat memicu perubahan harga ekstrem
  • Likuidasi posisi leverage
  • Sentimen pasar global yang tidak stabil

Memahami risiko ini membantu investor mengambil keputusan yang lebih rasional, bukan sekadar reaksi emosional terhadap pergerakan harga.

Penutup

Harga Bitcoin turun tajam menandai fase koreksi yang penting dalam siklus pasar kripto. Tekanan jual, perubahan sentimen, dan faktor teknikal membentuk dinamika pasar saat ini. Investor kini memantau area support utama sambil menilai arah pergerakan berikutnya, di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.

FAQ

Kenapa harga Bitcoin turun drastis?

Penurunan dipicu oleh kombinasi tekanan jual pasar global, likuidasi leverage, dan melemahnya sentimen risiko investor.

Apakah harga Bitcoin masih bisa turun lagi?

Masih mungkin, terutama jika sentimen pasar global tetap lemah dan area support gagal bertahan.

Level harga mana yang penting diperhatikan?

Zona sekitar US$60.000–US$63.000 menjadi area teknikal yang banyak dipantau pelaku pasar.

Apakah koreksi ini normal di pasar kripto?

Ya. Bitcoin dikenal memiliki volatilitas tinggi dan sering mengalami koreksi tajam dalam siklus pasar.

Apa yang sebaiknya dilakukan investor saat harga turun?

Investor perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko masing-masing dan memahami kondisi pasar sebelum mengambil langkah.