News

Fantastis! Lukisan Kuda Api Karya SBY Laku Rp 6,5 Miliar di Lelang Imlek 2026, Ini Sosok Pembelinya

×

Fantastis! Lukisan Kuda Api Karya SBY Laku Rp 6,5 Miliar di Lelang Imlek 2026, Ini Sosok Pembelinya

Share this article
sby lukisan kuda api

Himpasikom.id-Sebuah karya seni bisa memiliki nilai yang jauh melampaui kanvas dan cat yang membentuknya. Hal itulah yang terjadi pada lukisan berjudul “Kuat Laksana Kuda Api” karya Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang berhasil terjual dengan harga Rp 6,5 miliar dalam sebuah lelang khusus perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Nilai tersebut menjadi bukti bahwa perpaduan antara reputasi pencipta, makna simbolis, serta konteks acara dapat secara signifikan meningkatkan harga sebuah karya seni.

Lelang ini diselenggarakan oleh Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta, pada Rabu, 18 Februari 2026, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Imlek. Acara tersebut menarik perhatian banyak tokoh nasional, pengusaha, dan kolektor seni yang bersaing untuk mendapatkan karya eksklusif dari mantan kepala negara tersebut.

Nilai Lukisan Tidak Terlepas dari Sosok SBY

Nilai tinggi lukisan ini tidak dapat dilepaskan dari sosok Susilo Bambang Yudhoyono sendiri. Selain dikenal sebagai pemimpin negara selama dua periode, SBY juga memiliki reputasi sebagai seniman yang produktif.

Menurut kurator seni dan pemilik rumah lelang Sidharta Auctioneer, Amir Sidharta, identitas SBY sebagai tokoh nasional memberikan dimensi tambahan pada karya yang dihasilkan. Lukisan tersebut tidak hanya dipandang sebagai karya seni visual, tetapi juga sebagai bagian dari jejak perjalanan tokoh penting dalam sejarah Indonesia.

Kehadiran nama besar di balik sebuah karya sering kali menjadi faktor yang meningkatkan minat kolektor. Dalam dunia seni rupa, reputasi seniman memiliki pengaruh besar terhadap nilai jual, terutama jika seniman tersebut memiliki pengaruh luas di luar dunia seni.

Status Lelang Amal Tingkatkan Antusiasme Peserta

Selain reputasi pelukis, tujuan lelang yang bersifat amal turut memainkan peran penting dalam mendorong kenaikan harga. Dalam lelang amal, pembeli biasanya tidak semata-mata mempertimbangkan nilai artistik, tetapi juga kontribusi sosial yang dapat diberikan melalui pembelian tersebut.

Karya seni dalam konteks ini menjadi simbol partisipasi dalam kegiatan sosial, sekaligus bentuk dukungan terhadap tujuan yang lebih besar. Faktor inilah yang sering kali membuat harga lelang amal melampaui nilai pasar normal.

Para peserta lelang menunjukkan antusiasme tinggi, yang tercermin dari kenaikan harga secara bertahap hingga mencapai miliaran rupiah.

Visual Lukisan yang Sarat Makna dan Energi

Lukisan “Kuat Laksana Kuda Api” menampilkan sosok kuda berwarna gelap yang digambarkan sedang bergerak dinamis dengan efek api yang mengelilingi tubuhnya. Dominasi warna biru pada latar belakang memberikan kesan kuat sekaligus dramatis.

Simbol kuda dalam banyak budaya melambangkan kekuatan, keberanian, dan ketahanan. Elemen api menambah kesan energi, semangat, dan transformasi. Kombinasi ini menciptakan pesan visual yang kuat dan penuh makna.

Tema tersebut juga dinilai relevan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, yang memiliki tradisi simbolisme kuat dalam setiap tahunnya. Kesesuaian tema dengan momentum budaya turut meningkatkan daya tarik karya ini di mata kolektor.

Persaingan Penawaran yang Terus Meningkat

Lelang dimulai dengan harga awal Rp 200 juta. Seiring berjalannya proses, angka tersebut dengan cepat meningkat berkat partisipasi sejumlah tokoh penting.

Syarief Hasan menjadi peserta pertama yang mengajukan penawaran sebesar Rp 300 juta. Tidak lama kemudian, pengusaha Hermanto Tanoko menaikkan harga menjadi Rp 500 juta.

Persaingan semakin menarik ketika beberapa tokoh nasional dan pelaku bisnis mulai ikut serta dalam lelang. Deddy Corbuzier turut memberikan penawaran sebesar Rp 1 miliar, yang menandai lonjakan signifikan dari harga sebelumnya.

Nama-nama lain seperti Dewi Kam dan Dato Low Tuck Kwong juga aktif memberikan penawaran. Mereka bersaing ketat untuk mendapatkan lukisan tersebut.

Hermanto Tanoko sempat mendekati kemenangan dengan tawaran Rp 6 miliar. Namun, Dato Low Tuck Kwong akhirnya keluar sebagai pemenang setelah mengajukan penawaran tertinggi sebesar Rp 6,5 miliar.

Harga Tinggi Didukung Banyak Faktor Penentu

Menurut kurator, nilai suatu karya seni biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Selain reputasi seniman, kualitas teknis, ukuran karya, tema, serta konteks sosial juga berperan penting.

Dalam kasus lukisan ini, semua elemen tersebut hadir secara bersamaan. Tema yang kuat, kualitas visual yang baik, reputasi pencipta, serta konteks acara amal menciptakan kombinasi yang sangat menarik bagi kolektor.

Karya seni dengan latar belakang seperti ini sering kali memiliki nilai koleksi jangka panjang, karena tidak hanya dinilai dari aspek estetika, tetapi juga dari nilai historis dan simbolis.

Seni Sebagai Medium Ekspresi dan Warisan

SBY dikenal aktif melukis sebagai bagian dari ekspresi kreatifnya. Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden, ia semakin produktif menghasilkan berbagai karya seni.

Kegiatan melukis bagi SBY bukan hanya hobi, tetapi juga sarana refleksi dan ekspresi diri. Karya-karyanya mencerminkan perspektif personal, pengalaman hidup, serta interpretasi terhadap berbagai simbol dan makna.

Karya seni yang dihasilkan oleh tokoh nasional memiliki dimensi tambahan karena terkait dengan perjalanan hidup dan kontribusi tokoh tersebut.

Meningkatnya Minat Kolektor terhadap Karya Tokoh Nasional

Keberhasilan lelang ini menunjukkan bahwa minat terhadap karya seni dari tokoh nasional terus meningkat. Kolektor melihat karya semacam ini sebagai aset bernilai tinggi, baik dari sisi investasi maupun nilai simbolik.

Selain itu, karya seni dengan latar belakang sejarah tertentu sering kali memiliki daya tarik tersendiri di pasar koleksi. Nilai tersebut dapat terus meningkat seiring waktu.

Fenomena ini juga menunjukkan perkembangan positif dalam dunia seni rupa Indonesia, di mana karya seniman lokal mendapatkan apresiasi tinggi.

Lebih dari Sekadar Lukisan

Lukisan “Kuat Laksana Kuda Api” bukan hanya sebuah karya visual, tetapi juga simbol dari berbagai hal: kreativitas, sejarah, identitas, dan kontribusi sosial.

Keberhasilan penjualan dengan harga Rp 6,5 miliar mencerminkan bagaimana seni dapat memiliki nilai yang sangat tinggi ketika didukung oleh reputasi, konteks, dan makna yang kuat.

Peristiwa ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa seni memiliki kekuatan untuk melampaui batas material dan menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya.