Bansos

Status Desil 5 Tidak Lagi Masuk Prioritas Bansos 2026, Ini Cara Perbarui Data DTSEN Agar Tetap Berpeluang Menerima

×

Status Desil 5 Tidak Lagi Masuk Prioritas Bansos 2026, Ini Cara Perbarui Data DTSEN Agar Tetap Berpeluang Menerima

Share this article
dapat bansos

Himpasikom.id-Perubahan besar terjadi dalam sistem penyaluran bantuan sosial tahun 2026. Pemerintah kini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai satu-satunya acuan untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima bansos. Dampaknya, sebagian masyarakat yang sebelumnya masih menerima bantuan kini tidak lagi terdaftar sebagai penerima.

Salah satu perubahan yang paling banyak dibahas adalah penghapusan penerima dari kelompok Desil 5. Kebijakan ini membuat banyak keluarga harus melakukan pengecekan ulang status mereka, terutama bagi yang merasa masih layak mendapatkan bantuan sosial.

Langkah pembaruan data ini bertujuan meningkatkan akurasi penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan bansos benar-benar diterima oleh masyarakat yang berada pada kondisi ekonomi paling rentan.

DTSEN Jadi Acuan Utama Penyaluran Bansos Tahun 2026

Mulai tahun 2026, pemerintah menggunakan DTSEN sebagai dasar utama dalam menentukan penerima bantuan sosial. Sistem ini menggantikan mekanisme lama yang sebelumnya menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

DTSEN digunakan untuk berbagai program bantuan, seperti:

  • Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
  • Bantuan pangan tambahan
  • Subsidi dan bantuan sosial lainnya

Dengan sistem ini, pemerintah dapat memperbarui data secara lebih akurat dan berkala.

Tujuannya adalah memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Penerima Bansos 2026 Difokuskan pada Desil 1 sampai Desil 4

Berdasarkan pembaruan terbaru, bansos tahun 2026 hanya difokuskan kepada masyarakat yang berada dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4.

Desil merupakan sistem pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.

Berikut penjelasan sederhananya:

  • Desil 1: Kategori paling miskin
  • Desil 2–4: Kategori miskin dan rentan miskin
  • Desil 5: Kategori menengah ke bawah
  • Desil 6–10: Kategori menengah ke atas

Dengan kebijakan baru ini, masyarakat yang berada di Desil 5 tidak lagi menjadi prioritas penerima bantuan.

Kuota bantuan dialihkan kepada masyarakat di Desil 1 sampai Desil 4.

Kenapa Desil 5 Tidak Lagi Menerima Bansos

Penghapusan Desil 5 dari daftar penerima bansos dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas program bantuan sosial.

Pemerintah ingin memastikan bantuan diberikan kepada kelompok yang paling membutuhkan.

Beberapa alasan utama kebijakan ini antara lain:

  • Memperbaiki akurasi data penerima
  • Memprioritaskan kelompok paling rentan
  • Menghindari kesalahan penyaluran bantuan
  • Meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran

Dengan sistem ini, bantuan diharapkan lebih tepat sasaran.

Masyarakat Desil 5 Masih Bisa Ajukan Pembaruan Data

Meski Desil 5 tidak lagi otomatis menerima bansos, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mengajukan pembaruan data.

Hal ini penting bagi masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan status desil yang tercatat.

Pembaruan data dilakukan melalui proses verifikasi ulang oleh petugas sosial.

Jika hasil verifikasi menunjukkan masyarakat layak menerima bantuan, status desil dapat diperbarui.

Cara Cek Status Desil dan Penerima Bansos

Sebelum mengajukan perubahan data, masyarakat disarankan untuk mengecek status desil terlebih dahulu.

Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi Kemensos:

https://cekbansos.kemensos.go.id

Langkah-langkahnya:

  • Buka situs cek bansos
  • Masukkan data wilayah
  • Masukkan nama sesuai KTP
  • Klik Cari Data
  • Status penerima dan informasi bantuan akan ditampilkan

Pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos.

Cara Mengubah Data Desil Agar Berpeluang Mendapat Bansos

Jika status masih berada di Desil 5 dan kondisi ekonomi tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data.

Berikut dua cara yang dapat dilakukan.

1. Melalui Aplikasi Cek Bansos

Langkah-langkahnya:

  • Unduh aplikasi Cek Bansos
  • Login atau buat akun baru
  • Pilih menu pembaruan data
  • Ajukan usulan perubahan data
  • Isi seluruh informasi yang diminta
  • Tunggu proses verifikasi petugas

Petugas sosial akan melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

2. Melalui Kantor Desa, Kelurahan, atau Dinas Sosial

Selain melalui aplikasi, pembaruan data juga dapat dilakukan secara langsung.

Langkah-langkahnya:

  • Datang ke kantor desa atau kelurahan
  • Atau ke kantor Dinas Sosial setempat
  • Ajukan permohonan pembaruan data
  • Petugas akan melakukan survei lapangan
  • Data akan diproses dan diperbarui

Proses ini dilakukan sesuai mekanisme resmi pemerintah.

Proses Pembaruan Data Tidak Langsung Instan

Perlu diketahui, pembaruan status desil tidak langsung terjadi setelah pengajuan.

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, seperti:

  • Verifikasi data
  • Survei lapangan
  • Validasi oleh petugas sosial
  • Pemeringkatan ulang data

Proses pemeringkatan biasanya dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Karena itu, masyarakat perlu bersabar menunggu hasil pembaruan.

Tujuan Pembaruan Data DTSEN

Pembaruan data DTSEN dilakukan untuk memastikan program bansos berjalan lebih efektif.

Tujuan utamanya meliputi:

  • Memastikan bantuan tepat sasaran
  • Mengurangi kesalahan data
  • Meningkatkan akurasi penerima
  • Memprioritaskan masyarakat paling membutuhkan

Dengan sistem ini, diharapkan bantuan sosial dapat memberikan manfaat maksimal.

Kesimpulan

Mulai tahun 2026, pemerintah hanya memprioritaskan penerima bansos dari Desil 1 sampai Desil 4 berdasarkan data DTSEN. Masyarakat yang berada di Desil 5 tidak lagi otomatis menerima bantuan, namun masih dapat mengajukan pembaruan data jika kondisi ekonominya memenuhi syarat.

Pengecekan dan pembaruan data dapat dilakukan melalui website cek bansos, aplikasi Cek Bansos, atau melalui kantor desa dan Dinas Sosial. Dengan pembaruan data yang akurat, masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap memiliki peluang untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.